website statistics
23.4 C
Indonesia
Sun, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Sunday, 21 April 2024 | 3:14:48 WIB

Pasar Simo dan Pakis Harga Ayam Potong Masih Tinggi

Reporter: Okik

Surabaya | detikNews – Harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar tradisional telah menyentuh rekor baru, khususnya harga ayam potong menyentuh kisaran rata-rata Rp 50 ribu per kilogram (Kg), meski pasokan di dalam negeri telah mencukupi. Kenaikan harga disinyalir karena pedagang masih enggan berjualan mengingat masih dalam suasana lebaran (Mudik) hal itu yang menjadi pemicu kenaikan.

detikNews menggali informasi kenaikan sejumlah bahan pokok tersebut dengan mendatangi pasar Simo dan pasar Pakis. Kedua pasar itu merupakan pasar tradisional yang buka pagi dan malam hari, memang ditemukan kenaikan harga beberapa jenis sayuran juga Ayam potong yang banyak dicari masyarakat saat lebaran ini dengan harga mencapai Rp.50 ribu perkilogram.

Baca juga:  Melek Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Kota Depok Siap Meraih Predikat DTU Nasional

Kok bisa harga ayam melonjak ? Kan bakule okeh sing mudik mas. (penjualnya banyak yang pulang kampung).”Jelas Mbah Sum penjual ayam potong di pasar tradisional Pakis, Sabtu (7/4).

Mbah Sum mengatakan harga ayam di pasar Pakis melonjak karena pengaruh liburan lebaran. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya permintaan dan sepinya penjual yang menutup lapaknya, serta ongkos pengiriman naik disebabkan kondisi arus balik mudik lebaran.

Baca juga:  Camat Zikri Mendorong Kolaborasi dan Peningkatan Ekonomi di Kecamatan Pancoran Mas melalui Komunitas Alumni Program Wirausaha Baru dan Perempuan Pengusaha

Oleh karena itu, Mbah Sum dan rekan sesama penjual Ayam potong menyatakan sepakat harga ayam potong di pasar Pakis sementara waktu ikut naik walaupun pasokan daging ayam di dalam negeri telah mencukupi kebutuhan selama Lebaran 2022.

Sebelumnya, Mbah Sum dan para pedagang ayam memperkirakan titik lonjakan permintaan ketiga pada Ramadan lalu akan terjadi kembali pada 2-3 hari setelah Lebaran 2022.Mengenai pembatasan kendaraan niaga tidak diberlakukan pada periode tersebut, namun potensi tersendatnya barang di pasar masih ada,” terangnya.

Baca juga:  Merosotnya Pasokan Bitcoin di Bursa Kripto Menjadi yang Terendah dalam 3 Tahun: Dampak Tuduhan SEC terhadap Binance dan Coinbase

Mbah Sum mengaku” banyak pedagang sayuran komoditasnya berkurang seperti sayuran dan bumbu dapur di pasar tradisional Pakis. Pasalnya, banyak pedagang pasar yang masih mudik maupun tidak memiliki pasokan lebih sehingga lapaknya banyak yang masih kosong.

Fase ini juga rawan sampai lebaran ketupat apalagi banyak acara halal bihalal jadi kami berharap pemerintah juga memperhatikan fase ini agar masyarakat bisa tersenyum dan lancar menjalankan momen Idul Fitri tahun 2022,” kata Mbah Sum. (okik)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait