21.4 C
Indonesia
Sel, 6 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Selasa, 6 Desember 2022 | 0:46:12 WIB

Syahril Bantah Batas Akhir Verifikasi Dokumen Pemilik Kebun Plasma

Reporter: Anang

Bengkalis | detikNews – Ketua Kelompok Tani Perjuangan Desa Batang Duku bersama kelompok Tani Desa Dompas Bersatu Syahril memperotes keras atas pernyataan juru bicara (Jubir) Koperasi BBDM Sulaiman yang dimuat disalah satu media online sebelumnya, dengan menyatakan batas akhir verifikasi dokumen pemilik kebun plasma tanggal 24 April 2020.

“Pernyataan Sulaiman ini selaku jubir koperasi adalah sebuah kebohongan besar, dan penuh tipu daya. Atas dasar apa dia mengatakan bahwa tanggal 24 Tahun 2020 April itu batas akhir verifikasi. Sementara koperasi itu sendiri tidak pernah sama sekali menyelenggarakan baik mengumumkan secara tertulis, maupun menjumpai pihak kami kelompok tani bahwa adanya verifikasi pemilik kebun plasma. Hal ini tentunya tidak benar, dan ini adalah bentuk dalih mereka untuk mencari pembenaran sendiri “kata Syahril kepada media Deliknews24, Jum’at (30/05/2022).

Baca juga:  Inovator Kejar Stunting Paparkan Praktik Baik Penanganan Stunting di Sulsel

Menurut Syahril, pernyataan jubir koperasi BBDM tersebut bukanlah bentuk kekeliruan namun dengan sengaja menciptakan kebohongan besar bagi masyarakat. Dan ini adalah salah satu bentuk kezhaliman.

” Kami sebagai kelompok tani perjuangan Batang Duku bersama kelompok tani Desa Dompas Bersatu sangat membantah keras dan mengklarifikasi pernyataan tersebut tidaklah benar adanya. Hal ini guna meluruskan agar pernyataan sesat ini tidak tersebar luas dimata masyarkat khususnya di Kecamatan Bukit Batu “tuturnya.

Selain itu, mantan ketua Kelompok Tani Perjuangan Desa Batang Duku Samsir juga menyampaikan bahwa, sejak dari awal pihak koperasi sama sekali tidak mempunyai itikad baik terhadap kelompok tani. Sehingga persoalan ini berlarut larut dan tak kunjung usai.

“Mengenai batas akhir verifikasi pemilik kebun plasma 24 April 2020 yang disampaikan Sulaiman itu tidaklah benar. Kita sebagai kelompok tani tidak pernah mendapatkan informasi baik secara tertulis maupun didatangi langsung oleh pihak koperasi mengenai adanya verifikasi. Jika ada verifikasi, itu adalah sepihak, “tuturnya.

Baca juga:  Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan 4 Wisatawan yang Terseret Air Bah di Sungai Karing-karing

Menurut Syamsir, terkait pernyataan jubir koperasi Sulaiman dengan menyatakan bahwa verifikasi pemilik kebun plasma itu berlangsung di Kantor Koperasi Jalan Syarif Qasim sangatlah keliru, sementara Kantor Koperasi saat itu berada di Jalan Sudirman.

“Menyatakan letak kantor koperasi BBDM saja sudah salah, apalagi membuat suatu rekayasa mengenai verifikasi kebohongan yang lebih besar. Saya mengingatkan janganlah dzholim terhadap orang banyak.”jelas Samsir sambil menggelengkan kepala.

Sementara itu, disampaikan juga Mulyono bahwa mengenai verifikasi pemilik kebun plasma dimulai dari Tahun 2013 dan sudah berjalan, dimana PT SDA sendiri ikut menyelesaikan persoalannya, dengan menyerahkan data kelompok tani tersebut kepada pihak koperasi agar segera diverifikasi, namun pihak koperasi menolak.

Baca juga:  Wakil Bupati Pemalang Hadiri Kegiatan Bakti Sosial Ganissa Dalam Memperingati Hari Donor Darah se-Dunia

“Jadi intinya bukan kelompok tani tak mau bergabung dengan koperasi. Tetapi koperasi itu sendiri dengan sengaja menolak kelompok tani kita, sementara pihak perusahaan sudah mengakui lahan plasma kita.

” Dan pada Tahun 2018 bertempatan di Gedung Serbaguna Sungai Selari pihak koperasi menyelenggarakan RAT saat terjadinya Dualisme kepengurusan dengan kubu Suwitno Pranolo, pada waktu itu kita kelompok tani juga menanyakan langsung kepada ketua koperasi H Ismail tentang pemilik kebun plasma kita, H Ismail menjawab, “kalian kelompok Tani Desa Batang Duku berurusan dengan pihak perusahaan langsung, dan bukan dengan koperasi. Hal ini sudah jelas pihak koperasi tidak kooperatif.” jelasnya. (an)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait