website statistics
30.4 C
Indonesia
Wed, 28 February 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 February 2024 | 16:10:15 WIB

Polisi Turun Tangan Terkait Unggahan yang Viral “Ormas Palak Pekerja Proyek”

Reporter: Sugeng P

Jakarta | detikNews – Masyarakat dihebohkan dengan sebuah unggahan di media sosial yang memperlihatkan adanya tindakan pemerasan yang dilakukan dua orang pria kepada pekerja perusahaan proyek. Dalam ungfgahan tersebut pelaku mengaku sebagai salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas).

Peristiwa yang diduga kuat pemerasan itu lokasinya diketahui di daerah Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (21/6).

Di tempat terpisah Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo membenarkan adanya peristiwa pemerasan tersebut.

Baca juga:  Wanita Berani Kejar-Tendang Jambret di Cileungsi, Pelaku Babak Belur Dimassa oleh Warga

Dua orang pelaku inisial E (45) dan N (45) telah ditangkap polisi. “Pelaku kita amankan untuk dimintai keterangan,” kata Ardhie saat dihubungi, Rabu (22/6/2022).

Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie mengatakan kedua pelaku itu mencoba melakukan pemerasan kepada perusahaan komunikasi. Pelaku diduga memeras warga sebesar Rp 1,5 juta. Perusahaan itu diketahui tengah membangun sebuah proyek jaringan internet.

Menurut Ardhie, pelaku mengaku sebagai anggota ormas saat melakukan aksinya. Namun, korban belum sempat memberikan uang kepada pelaku.

Baca juga:  Indikasi Lakukan Malpraktek, Putri Ketua DPD PWRI Jabar Meningal dunia, Setelah Menjalani Perawatan di RS BSH Bogor

“Jadi kan dari pihak kantor (korban) menyampaikan sejumlah nominal Rp 1,5 juta. Uang itu belum dilakukan pemberian dari pihak perusahaan. Jadi cuman omongan doang. Unsur pidananya belum masuk,” ungkapnya.

Jadi belum ada transaksi, atas dasar itu pelaku tidak ditetapkan sebagai tersangka. Polisi meminta kedua pelaku tersebut membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan serupa.

“Kita amankan dan kita ambil keterangannya dan bikin surat pernyataan apabila melakukan seperti yang sama akan kita proses hukum,” jelas Ardhie.

Baca juga:  Berita Terbaru: Patok Bahasa China dan Bendera Kuning Merah di Pulau Poto, Kepri yang Diduga Dijual ke Asing

Ardhie tidak membeberkan ormas yang diakui pelaku saat melakukan aksi pemerasan. Tetapi, dia menegaskan pihak kepolisian akan menindak terkait tiap aksi premanisme atau ormas yang merugikan warga.

“Intinya kita ini dari Polsek Cengkareng akan menindak tegas para pelaku baik itu premanisme atau ormas yang melakukan kegiatan yang meresahkan masyarakat,” ungkap Ardhie. (SP)

Editor: LH Sastra

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait